Lompat ke konten utama

Hanya 0,1% rumah di Indonesia diasuransikan.

Sekitar 36 ribu dari 64 juta rumah tinggal. Padahal Indonesia menempati peringkat kedua dunia untuk tingkat risiko bencana, di atas 193 negara yang dinilai.

Angka yang menjelaskan kesenjangan ini

Sepanjang 2024, BPS mencatat lebih dari 1.400 kejadian banjir dengan potensi kerugian ekonomi di atas Rp500 triliun. Risiko dari cuaca ekstrem dan kebakaran hutan diperkirakan mencapai Rp700–800 triliun. Dalam beberapa waktu terakhir saja, banjir bandang di Bali dan banjir besar di Jabodetabek merendam ribuan rumah.

Posisi geografis Indonesia di pertemuan empat lempeng tektonik — Indo-Australia, Eurasia, Pasifik, dan Filipina — membuat gempa bumi, erupsi, dan banjir bukan kemungkinan yang jauh, melainkan bagian dari perhitungan yang wajar.

Yang perlu diperhatikan sebelum membeli

Polis dasar sering tidak mencakup banjir dan gempa

Ini kesalahpahaman paling mahal dalam asuransi properti di Indonesia. Polis kebakaran standar biasanya menanggung kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat, dan asap. Banjir, gempa bumi, tanah longsor, angin topan, serta kerusuhan umumnya merupakan perluasan jaminan yang harus diminta dan dibayar terpisah.

Untuk sebagian besar wilayah Indonesia, perluasan inilah justru alasan utama berasuransi. Periksa polis Anda sekarang, bukan setelah air masuk.

Nilai pertanggungan adalah biaya membangun ulang, bukan harga pasar

Nilai yang relevan adalah biaya membangun kembali bangunan Anda, tanpa memperhitungkan nilai tanah. Rumah bernilai pasar Rp3 miliar di lokasi premium mungkin biaya bangun ulangnya hanya Rp900 juta, dan mengasuransikannya senilai Rp3 miliar berarti membayar premi berlebih untuk manfaat yang tidak akan pernah dibayarkan.

Ketentuan pertanggungan di bawah nilai

Bila bangunan diasuransikan di bawah nilai sebenarnya, klaim sebagian umumnya dibayar secara proporsional. Diasuransikan setengah nilainya, klaim yang dibayar bisa hanya setengah dari kerugian — meski kerugiannya masih di bawah nilai pertanggungan.

Rincian di halaman ini adalah ringkasan untuk keperluan edukasi. Manfaat, batas tahunan, masa tunggu, dan pengecualian yang mengikat adalah yang tercantum dalam Polis dan ilustrasi resmi terbitan Allianz. Penerimaan pertanggungan tunduk pada hasil seleksi risiko.

Cakupan yang tersedia

JenisUntuk siapaCakupan umum
Asuransi rumah tinggal Pemilik dan penghuni rumah Bangunan, isi rumah, dan perluasan risiko banjir, gempa, serta pencurian dengan kekerasan.
Property All Risk Pemilik ruko, kantor, gudang, pabrik Kerusakan aset usaha dengan cakupan luas, perluasan banjir dan gempa, serta perlindungan atas kehilangan pendapatan akibat terhentinya operasional.
Allianz UsahaKu UMKM dan usaha skala kecil-menengah Paket gabungan properti, tanggung gugat hukum, uang dalam brankas, kehilangan barang pelanggan, serta banjir, badai, dan angin topan.

Dokumen yang biasanya diminta saat klaim

  • Formulir laporan klaim dan salinan polis
  • Foto kerusakan, diambil sebelum pembersihan atau perbaikan dimulai
  • Rincian kerugian beserta bukti kepemilikan barang yang rusak
  • Berita acara kepolisian, atau surat keterangan dari kepala desa atau kelurahan mengenai peristiwanya
  • Estimasi biaya perbaikan dari kontraktor

Satu hal yang sering terlewat: ambil foto dan video kerusakan sebelum membersihkan apa pun. Setelah puing dibereskan, membuktikan skala kerugian menjadi jauh lebih sulit, dan ini kerap memperlambat atau memperkecil penggantian.

Periksa apakah perluasan banjir Anda aktif

Pemeriksaan ini gratis dan hanya butuh salinan polis Anda. Berlaku juga untuk polis dari perusahaan asuransi lain.

Chat WhatsApp